JAKARTA - Langkah Presiden Prabowo Subianto untuk menjajaki potensi pasokan bahan bakar minyak (BBM) ke Rusia, termasuk rencana pertemuannya dengan Presiden Vladimir Putin, mendapat dukungan penuh dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Gubernur Lemhannas, Dr. TB. Ace Hasan Syadzily, menilai inisiatif ini merupakan langkah strategis yang sangat tepat di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu pasokan energi global.
Menurut Ace, upaya Presiden dalam mencari sumber-sumber energi baru, termasuk penjajakan ke Rusia, adalah bagian integral dari komitmen beliau untuk memastikan ketersediaan energi bagi kebutuhan domestik Indonesia. Beliau melihat ini bukan sekadar transaksi, melainkan sebuah upaya proaktif menjaga stabilitas energi bangsa.
Ace Hasan Syadzily menekankan bahwa posisi Indonesia yang menganut status non-blok menjadi keuntungan tersendiri. Kebebasan ini memungkinkan Indonesia untuk menjalin kerja sama dengan berbagai negara tanpa terikat pada blok-blok yang sedang berkonflik, membuka pintu lebar untuk kemitraan strategis di berbagai sektor.
Hubungan harmonis yang telah terjalin antara Indonesia dan Rusia, termasuk kerja sama di bidang pertahanan, menjadi modal penting dalam upaya ini. Ace berharap kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia akan membuahkan hasil positif yang signifikan bagi penguatan ketahanan energi nasional.
“Karena Pak Presiden tidak ingin rakyat di Indonesia mengalami kelangkaan energi sehingga ya berdampak terhadap ketahanan energi nasional, ” terang Ace, Sabtu (11/04/2026) .
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, telah mengonfirmasi adanya rencana kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia dalam waktu dekat, sembari menunggu pengumuman resmi dari Kementerian Luar Negeri. Teddy menambahkan bahwa pemerintah secara aktif menjajaki kerja sama dengan sejumlah negara, khususnya di sektor energi, namun detail negara tujuan dan agenda akan disampaikan secara resmi oleh kementerian terkait. (PERS)

Ibrahim