Bandung menjadi saksi semangat membara ribuan santriwan dan santriwati yang tumpah ruah mengikuti Siliwangi Santri Camp (SSC) 2026. Acara yang digagas oleh Pangdam III/Siliwangi dan IKAL 62 ini bukan sekadar kemah biasa. Ia adalah terobosan bersejarah yang dirancang untuk memadukan pembinaan terintegrasi, mengasah jiwa bela negara, membentuk karakter santri yang kokoh, serta memperkuat wawasan kebangsaan yang berakar pada nilai-nilai keislaman.
Setidaknya seribu peserta dari berbagai pondok pesantren di Jawa Barat dan Banten hadir dengan antusiasme tinggi. Mereka akan digembleng untuk menumbuhkan kedisiplinan, rasa tanggung jawab, jiwa kepemimpinan, dan yang terpenting, semangat cinta tanah air sebagai fondasi penting dalam sistem pertahanan semesta.
“Saya dulu juga santri, pernah merasakan hidup di pesantren seperti kalian. Kalau saya yang dari background seperti itu bisa jadi Jenderal, berarti kalian harus lebih dari saya. Ini pertama kali di Indonesia berdiri, ada santri berkegiatan camp di Rindam, ” ungkap Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih saat membuka Siliwangi Santri Camp, pada Jumat, 17 April 2026. Ia menambahkan, kegiatan yang berlangsung pada 17-19 April 2026 di Rindam III/Siliwangi ini mengusung konsep Kemah Bela Negara berbasis Korps Kadet RI (KKRI).
Lebih lanjut, Mayjen TNI Kosasih menjelaskan bahwa program ini merupakan perwujudan nyata sinergi antara TNI AD Kodam III/Siliwangi dengan institusi pesantren, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat. Tujuannya jelas: mempersiapkan generasi muda, khususnya para santri, untuk menjadi komponen cadangan pertahanan negara yang handal.
“Langkah ini strategis dalam membentuk generasi muda khususnya para santri memiliki karakter tangguh, religius, dan nasionalis. Jadilah santri yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan yang luas serta siap berperan menjaga keutuhan NKRI, ” pesannya dengan penuh keyakinan.
Pangdam mengingatkan, tantangan zaman semakin kompleks. Ancaman tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga merambah ke ranah non-fisik seperti radikalisme, destruksi ideologi, dan terkikisnya nilai-nilai kebangsaan. Oleh karena itu, SSC menjadi sangat krusial untuk membangun benteng pertahanan moral, spiritual, dan nasionalisme yang tak tergoyahkan.
Melalui serangkaian pendidikan bela negara, pelatihan disiplin dan kepemimpinan yang intensif, pembinaan mental-spiritual yang mendalam, hingga puncak acara deklarasi Santri Bela Negara, diharapkan akan lahir generasi santri unggul. Mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan positif, tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif, dan siap berkontribusi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Semoga kegiatan ini berjalan lancar, tertib, dan memberikan manfaat besar. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan kemudahan dan kekuatan kepada kita semua dalam pengabdian kepada bangsa dan negara, ” harap Mayjen TNI Kosasih, mengajak seluruh peserta untuk mengikuti setiap rangkaian acara dengan penuh semangat, disiplin, dan tanggung jawab.
SSC 2026 ini menegaskan komitmen Kodam III/Siliwangi yang tak main-main dalam upaya membentuk generasi santri yang tangguh, siap sedia menjadi garda terdepan penjaga kedaulatan bangsa. (PERS)

Updates.