Rilke Jeffri Huwae: Kementerian ESDM Berantas Tambang Ilegal dengan Pendekatan Komprehensif

    Rilke Jeffri Huwae: Kementerian ESDM Berantas Tambang Ilegal dengan Pendekatan Komprehensif
    Dirjen Gakkum ESDM, Rilke Jeffri Huwae,

    UBUD, Bali - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menggalakkan upaya serius dalam pemberantasan tambang ilegal di seluruh Indonesia. Langkah ini difokuskan melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) dengan tujuan utama memperbaiki tata kelola sektor pertambangan mineral dan batu bara (minerba) nasional.

    Dirjen Gakkum ESDM, Rilke Jeffri Huwae, menekankan bahwa persoalan tambang ilegal tidak dapat dipandang hanya dari sudut pandang pelanggaran hukum semata. Ia mengungkapkan bahwa ada dimensi sosial yang mendalam di balik isu ini, sehingga memerlukan pendekatan yang jauh lebih komprehensif.

    "Masalah tambang ilegal ini tidak bisa dilihat semata sebagai pelanggaran hukum, karena ada dimensi sosial di dalamnya. Kita perlu pendekatan yang lebih komprehensif, " ujar Dirjen Gakkum ESDM Rilke Jeffri Huwae dalam keterangan yang diterima di Ubud, Bali, Senin (03/11/2025).

    Lebih lanjut, Rilke mendorong agar penyelesaian aktivitas penambangan tanpa izin dapat dilaksanakan dengan mengedepankan pendekatan yang holistik, yang mempertimbangkan karakteristik sosial unik dari setiap wilayah.

    Pemerintah, imbuhnya, berkomitmen untuk memprioritaskan solusi yang inklusif, termasuk upaya melegitimasi aktivitas penambangan yang dilakukan oleh masyarakat melalui skema Izin Pertambangan Rakyat (IPR).

    Pendekatan ini diharapkan mampu mengintegrasikan para pelaku penambangan skala kecil ke dalam rantai pasok yang legal. Sebagai contoh nyata, Rilke merujuk pada keberhasilan PT Timah Tbk di bawah naungan MIND ID yang telah mengintegrasikan penambang lokal.

    Menurut Rilke, paradigma penegakan hukum di sektor minerba kini mengalami pergeseran signifikan. Fokusnya tidak lagi hanya pada pencatatan pelanggaran, melainkan berorientasi pada pencarian solusi struktural yang berkelanjutan.

    Pemerintah berambisi untuk mengatasi seluruh akar permasalahan, termasuk kesenjangan harga dan keterbatasan akses terhadap legalitas.

    "Kita tidak ingin hanya menindak, tapi memperbaiki sistemnya. Rantai pasok legal harus lebih menarik dibandingkan rantai pasok ilegal, " tegas Rilke. (PERS) 

    tambang ilegal esdm gakkum minerba penambang rakyat bali rilke jeffri huwae
    Updates.

    Updates.

    Artikel Sebelumnya

    Kapolda Metro Jaya Beri Penghargaan Anggota...

    Artikel Berikutnya

    Tiga Pimpinan DPRD Sumbar Diganjar Penjara...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Anjangsana Humanis di Yahukimo, Satgas Yonif 5 Marinir Pererat Kedekatan dengan Warga Kokamu
    Lemhannas RI Perkuat Kepemimpinan Ketua DPRD Lewat KPPD 2026
    Ngopi Bareng Warga, Satgas Yonif 113/JS Perkuat Sinergi dan Jaga Keamanan Engganengga
    Sentuhan Kepedulian di Pedalaman Papua, Satgas Yonif 113/JS Bagikan Gula dan Kopi untuk Warga Kendetapa
    Dorong Ekonomi Warga Papua, Satgas Yonif 113/JS Borong Hasil Tani di Pogapa

    Ikuti Kami