Rp268 Triliun untuk Makan Bergizi Gratis, Ini Skema Detail Anggarannya!

    Rp268 Triliun untuk Makan Bergizi Gratis, Ini Skema Detail Anggarannya!
    Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (BGN), Irjenpol (purn.) Sony Sonjaya S.I.K

    JAKARTA - Sebuah langkah besar demi gizi bangsa tengah dirancang. Jumat (27/3/2026), Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (BGN), Irjenpol (purn.) Sony Sonjaya S.I.K, memaparkan secara rinci skema anggaran sebesar Rp268 triliun yang dialokasikan dari Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG). Inisiatif ini bukan sekadar angka, melainkan sebuah harapan untuk masa depan generasi penerus.

    Dari total anggaran raksasa tersebut, mayoritas besar, yakni sekitar 93 persen, akan disalurkan melalui mekanisme virtual account (VA) langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh penjuru Indonesia. Tujuannya jelas: mempercepat dan memastikan distribusi bantuan tepat sasaran, menyentuh langsung mereka yang membutuhkan.

    "Sebanyak 93 persen anggaran atau Rp249 triliun disalurkan langsung melalui VA ke SPPG di seluruh Indonesia, agar distribusi lebih cepat dan tepat sasaran, " ujar Waka BGN.

    Peruntukan dana Rp249 triliun ini dirinci Sony Sonjaya dengan sangat cermat. Porsi terbesarnya, mencapai 70 persen, akan dialokasikan untuk pengadaan bahan baku. Ini adalah kabar gembira bagi tulang pungih bangsa: petani, peternak, dan nelayan.

    "Sebesar 70 persen digunakan untuk bahan baku. Ini berdampak langsung kepada petani, peternak, dan nelayan agar lebih sejahtera, " jelasnya.

    Tak berhenti di situ, sebanyak 20 persen dari anggaran tersebut disiapkan untuk menopang kebutuhan operasional program. Ini termasuk dukungan vital bagi jutaan relawan yang menjadi garda terdepan pelaksanaan MBG di lapangan.

    "Sebanyak 20 persen untuk operasional, termasuk honor bagi sekitar 1, 2 juta relawan yang terlibat dalam program ini, " ungkapnya.

    Sementara itu, sisa 10 persen dialokasikan sebagai insentif bagi para mitra strategis yang berperan penting dalam pembangunan fasilitas SPPG di berbagai daerah. Keberadaan mereka menjadi kunci dalam menumbuhkan ekosistem program yang berkelanjutan.

    "10 persen lainnya diberikan sebagai insentif bagi mitra yang membangun SPPG, sehingga ekosistem program ini bisa terus tumbuh, " katanya.

    Lebih jauh, Irjenpol (purn.) Sony Sonjaya menegaskan bahwa skema anggaran ini dirancang untuk memacu perputaran roda ekonomi di tingkat daerah. Tak hanya itu, program MBG juga diharapkan membuka berbagai peluang kerja baru, memberikan dampak positif yang meluas hingga ke akar rumput, menyentuh kehidupan petani, peternak, dan nelayan di seluruh Indonesia. (PERS) 

    makan bergizi gratis apbn anggaran pemerintah program sosial ekonomi lokal kesejahteraan petani
    Updates.

    Updates.

    Artikel Sebelumnya

    KemenTrans Dukung Penuntasan Kasus Korupsi...

    Artikel Berikutnya

    Kakorlantas Irjen. (Pol) Agus Suryonugroho:...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Jaringan Curanmor Lintas Wilayah Terbongkar, Pelaku Licin Diringkus
    Kejari Tanjung Perak Terapkan WFH Mulai 17 April, PTPS dan Tilang Tetap Buka
    Desakan Warga Soal Proyek Saluran Limbah PT Basic di Sei Mangkei: DPRD dan Pemerintah Setempat Tinjau dan Evaluasi
    Doa Bersama Satgas Yonif 712 dan Warga Wabui: Merajut Damai di Intan Jaya
    Sentuhan Hangat Satgas Yonif 200/BN: Cukur Ceria di Nduga

    Ikuti Kami