TNI AL Perkuat Latihan Anti-Akses Demi Amankan Sumber Daya Alam

    TNI AL Perkuat Latihan Anti-Akses Demi Amankan Sumber Daya Alam

    Jakarta - Menjaga kedaulatan maritim dan kekayaan alam strategis Indonesia menjadi prioritas utama TNI Angkatan Laut. Upaya ini diwujudkan melalui peningkatan intensitas latihan operasi anti-akses (A2) dan anti-area denial (A2/AD), sebuah langkah krusial untuk membentengi perairan nusantara dari ancaman penyelundupan.

    Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan, menegaskan bahwa latihan ini merupakan kontribusi nyata TNI AL dalam menjawab perintah Presiden untuk memperkuat penegakan hukum di laut. "Beberapa waktu lalu TNI Angkatan Laut melaksanakan latihan operasi anti-akses dan latihan operasi anti-area denial, " ungkap Yayan saat acara pelepasan program mudik gratis menggunakan KRI Semarang-594 di Dermaga Kolinlamil, Jakarta Utara, Minggu (15/03/2026).

    Konsep operasi anti-akses, yang pada dasarnya dirancang untuk mengantisipasi jalur logistik lawan dalam situasi konflik, kini memiliki peran ganda di masa damai. "Operasi anti-akses ini untuk mengantisipasi jalur logistik musuh. Namun dalam situasi damai juga dapat digunakan untuk memutus akses kegiatan ilegal yang membawa material strategis dari dalam negeri untuk diselundupkan ke luar, " jelas Yayan.

    Wilayah Kepulauan Bangka Belitung, dengan kekayaan sumber daya alam strategisnya seperti timah bernilai ekonomi tinggi, menjadi salah satu fokus utama dalam operasi pengamanan ini. Yayan memaparkan, "Selama tahun 2025 sampai dengan 2026 tidak kurang dari 28 KRI telah melaksanakan penyekatan di perairan Bangka Belitung."

    Hasilnya pun signifikan, aparat TNI AL berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sekitar 448 ton timah ke luar negeri, dengan estimasi nilai ekonomi mencapai Rp146 miliar. Keberhasilan ini menegaskan komitmen TNI AL untuk terus melindungi aset strategis negara.

    "Operasi penegakan hukum di wilayah tersebut masih terus dilakukan sebagai bagian dari upaya melindungi sumber daya alam strategis milik negara, " tegas Yayan.

    Selain fokus pada patroli dan penyekatan, TNI AL juga secara berkelanjutan menggelar berbagai latihan operasi maritim. Tujuannya tak lain adalah untuk meningkatkan kesiapsiagaan prajurit dan alutsista tempur, memastikan kesiapan tempur menghadapi beragam potensi ancaman keamanan di seluruh perairan nasional. Ini adalah cerminan dedikasi TNI AL dalam menjaga keutuhan maritim Indonesia. (PERS)

    tni al operasi maritim keamanan laut penyelundupan sumber daya alam latihan militer
    Updates.

    Updates.

    Artikel Sebelumnya

    Panglima TNI Rotasi 35 Pejabat Strategis,...

    Artikel Berikutnya

    Kakorlantas Irjen. (Pol) Agus Suryonugroho:...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Prabowo: 34 Tahun Jiwa Raga untuk Pencak Silat
    Semarak HBP ke 62, Bapas Purwokerto gelar Tes Urin Pastikan Pegawai Nihil Narkoba
    Bupati Sukabumi Buka Jambore Igornas, Dorong Guru Olahraga Cetak Generasi Berkarakter
    Jaringan Curanmor Lintas Wilayah Terbongkar, Pelaku Licin Diringkus
    Kejari Tanjung Perak Terapkan WFH Mulai 17 April, PTPS dan Tilang Tetap Buka

    Ikuti Kami