Abdullah Rasyid: Menenun Harapan Hijau, Menguji Sinkronisasi Lingkungan Hidup dalam Pusaran Asta Cita

    Abdullah Rasyid: Menenun Harapan Hijau, Menguji Sinkronisasi Lingkungan Hidup dalam Pusaran Asta Cita
    Abdullah Rasyid, Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan

    OPINI - Kemarin malam, saya ikut hadir di Acara Tasyakuran dan Doa untuk Jumhur Hidayat di Great Institute yang dilantik Presiden Prabowo sebagai Menteri Lingkungan Hidup yang baru, menggantikan Hanif Faisol Nurofiq yang menempati pos baru sebagai Wakin Menko Pangan. 

    Pelantikan Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup di tengah transformasi kabinet saat ini bukan sekadar rotasi jabatan biasa. Di pundaknya, terbentang tantangan besar untuk merajut dua kutub yang seringkali berseberangan: komitmen Indonesia terhadap agenda iklim global dan tuntutan nasionalis-kerakyatan yang termaktub dalam visi Asta Cita Presiden Prabowo

    Menagih Implementasi di Atas Kertas

    Indonesia tidak kekurangan regulasi. Sejak ratifikasi Paris Agreement hingga lahirnya Perpres No. 98 Tahun 2021 tentang Nilai Ekonomi Karbon (NEK), kerangka hukum kita sudah cukup komprehensif. Namun, publik tentu tidak ingin instrumen ekonomi lingkungan, seperti perdagangan emisi atau FOLU Net Sink 2030, hanya berhenti pada dokumen teknis di laci kementerian. 
    Ujian nyata Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup adalah membuktikan bahwa keberhasilan dalam pengendalian perubahan iklim berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan rakyat, bukan sebaliknya. 

    Asta Cita: Menempatkan Rakyat sebagai Subjek

    Kekuatan narasi Asta Cita terletak pada penekanan akan kedaulatan bangsa dan kesejahteraan rakyat. Dalam konteks lingkungan, ini berarti pengelolaan sumber daya alam harus dilakukan secara berkeadilan. Jika sebelumnya kebijakan lingkungan sering dianggap "elitis" dan berjarak dengan masyarakat, kini saatnya paradigma berubah. 

    Penanganan krisis sampah, yang menjadi prioritas awal sang Menteri, adalah langkah konkret yang sangat relevan. Namun, keberhasilan menteri baru akan diukur dari keberaniannya memastikan bahwa setiap rupiah dari instrumen ekonomi karbon dan pemulihan lingkungan benar-benar mengalir ke komunitas lokal yang selama ini menjadi garda terdepan penjaga ekosistem.

    Ujian Sinkronisasi dan Penegakan Hukum

    Keberhasilan Jumhur Hidayat terletak pada kemampuannya melakukan sinkronisasi yang presisi: menyelaraskan ambisi internasional yang ketat dengan visi nasionalis pemerintah. Di satu sisi, Indonesia harus memenuhi standar global untuk mempertahankan posisi strategisnya di kancah internasional. Di sisi lain, sang Menteri harus memiliki ketegasan untuk menegakkan hukum lingkungan tanpa pandang bulu terhadap korporasi yang merusak daya dukung lingkungan.

    Penegakan hukum yang tegas terhadap perusak lingkungan adalah bukti bahwa visi "keberlanjutan" dalam Asta Cita bukan sekadar retorika, melainkan keberpihakan nyata kepada rakyat yang terdampak. 
    Jika mampu menjembatani celah antara ambisi global dan kepentingan domestik, maka Jumhur Hidayat tidak hanya akan dikenang sebagai menteri yang sekadar "membereskan sampah", tetapi sebagai arsitek yang meletakkan fondasi kedaulatan lingkungan yang pro-rakyat. 

    Sebab, pada akhirnya, keberlanjutan bangsa bukan hanya soal menghitung jejak karbon, melainkan soal memastikan bahwa ruang hidup rakyat tetap terjaga dari eksploitasi yang tak bertanggung jawab. 

    Akhirnya saya ucapkan selamat Bang Jumhur, Harapan Presiden dan terutama Rakyat Indonesia ada pada anda. Semoga ini menjadi jembatan dan legacy perjuangan dalam peningkatan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

    Jakarta, 28 April 2026

    Abdullah Rasyid
    *Mahasiswa Doktoral Ilmu Pemerintahan IPDN
    *Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan

    abdullah rasyid jumhur hidayat hanif faisol nurofiq asta cita prabowo folu net sink 2030
    Updates.

    Updates.

    Artikel Sebelumnya

    Bawaslu Jabar Perkuat Sinergi Demokrasi...

    Artikel Berikutnya

    KPK Bekali 110 Calon Pemimpin Nasional dengan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Polsek Cikembar Polres Sukabumi Pastikan Situasi Kamtibmas Kondusif, Laporan 1x12 Jam Nihil Kejadian Menonjol
    Polsek Cibadak Polres Sukabumi Gelar Patroli Kring Serse, Antisipasi Tindak Kriminalitas di Wilayah Hukum
    Satgas Yonif 121/MK Bawa Layanan Kesehatan Gratis ke Perbatasan Tuali
    Polsek Tegalbuleud Polres Sukabumi Gelar Safari Subuh, Perkuat Sinergitas Kamtibmas Bersama Warga
    Polsek Cibadak Polres Sukabumi Intensifkan Patroli Biru Malam Hari, Antisipasi Gukamtibmas di Titik Rawan

    Ikuti Kami