Derta Wahyulin Rohidin: Perjalanan Politik dari Bengkulu ke Senayan

    Derta Wahyulin Rohidin: Perjalanan Politik dari Bengkulu ke Senayan
    Derta Wahyulin Rohidin

    POLITISI - Sejak 1 Oktober 2024, panggung politik nasional kedatangan sosok baru yang siap mengemban amanah rakyat: Derta Wahyulin Rohidin. Lahir di Manna, Bengkulu, pada 17 Desember 1971, beliau kini menginjak usia 53 tahun dengan rekam jejak yang patut diperhitungkan.

    Perjalanan beliau di kancah legislatif tidaklah instan. Derta Wahyulin Rohidin terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia periode 2024–2029, mewakili suara masyarakat Daerah Pemilihan Bengkulu. Di Parlemen, beliau bergabung dalam Fraksi Partai Golongan Karya, sebuah partai yang telah lama dikenal kiprahnya dalam pembangunan bangsa.

    Dedikasi Derta Wahyulin Rohidin akan difokuskan pada Komisi VIII, sebuah komisi yang memiliki peran krusial dalam menangani isu-isu fundamental. Bidang yang menjadi tanggung jawabnya meliputi Agama, Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak. Area ini menyentuh langsung kehidupan masyarakat luas, mencakup aspek spiritualitas, kesejahteraan sosial, kesetaraan gender, serta perlindungan bagi kelompok rentan.

    Sebelum melangkah ke Senayan, Derta Wahyulin Rohidin telah menorehkan kontribusi nyata di tingkat daerah. Pengalaman beliau sebagai Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Bengkulu, yang diemban dalam dua periode masa jabatan (2019–2021 dan 2021–2024), menunjukkan kedekatan dan pemahamannya yang mendalam terhadap dinamika sosial masyarakat.

    Keputusan masyarakat Bengkulu untuk mempercayakan suaranya kepada Derta Wahyulin Rohidin, yang meraih mayoritas 136.113 suara pada Pemilu 2024, menjadi bukti konkret atas kepercayaan publik. Beliau merupakan lulusan Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial Bandung jenjang D-IV, sebuah bekal akademis yang relevan dengan tugas-tugas sosial yang akan diembannya.

    Kehidupan pribadi Derta Wahyulin Rohidin juga tak lepas dari peranannya di tengah masyarakat. Beliau adalah suami dari Rohidin Mersyah dan dikaruniai tiga orang anak, sebuah fondasi keluarga yang kuat yang kemungkinan besar turut membentuk perspektifnya dalam memperjuangkan kesejahteraan keluarga Indonesia. (PERS) 

    politik indonesia dpr ri golkar bengkulu pemberdayaan perempuan perlindungan anak
    Updates.

    Updates.

    Artikel Sebelumnya

    Kapolri Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke...

    Artikel Berikutnya

    Soedeson Tandra: Dari Kurator Andal Menuju...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Pertemuan Menlu ASEAN di Cebu Bahas Keutuhan dan Kekuatan Bersama di Asia Tenggara
    Razia Blok Caraka Nihil Temuan, Rutan Surakarta Tegaskan Komitmen Keamanan
    Menlu Sugiono Tegaskan Indonesia Sumbang Dana sebagai Langkah Konkret Rehabilitasi Gaza
    Peduli Kesehatan Mental, Peserta Magang Laksanakan Penyuluhan Psikologi bagi Warga Binaan
    Antisipasi Kemacetan Akibat Mobil Mogok, Unit Lantas Polsek Jatisari Sigap Lakukan Pengaturan Lalu Lintas ‎

    Ikuti Kami