Inpres Baru Perkuat Jagung Nasional, Petani Kian Sejahtera

    Inpres Baru Perkuat Jagung Nasional, Petani Kian Sejahtera

    JAKARTA - Langkah strategis pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan jagung nasional dan meningkatkan taraf hidup petani semakin nyata. Terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2026 menjadi bukti nyata komitmen tersebut.

    Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto senantiasa menempatkan kepentingan produsen pangan dalam negeri, khususnya para petani jagung, sebagai prioritas utama.

    "Pemerintahan era Presiden Prabowo Subianto selalu berpihak pada kepentingan produsen pangan di dalam negeri, termasuk petani jagung, " ujar Amran dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (06/04/2026).

    Inpres yang dimaksud, yakni Inpres Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Jagung Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Jagung Pemerintah Tahun 2026-2029, memuat arahan jelas dari Presiden terkait pengadaan jagung domestik sepanjang tahun 2026.

    "Dalam Inpres 3/2026 ini memuat direktif Presiden untuk melaksanakan pengadaan jagung dalam negeri sepanjang tahun 2026, " jelas Amran.

    Target pengadaan tahun ini ditetapkan sebesar 1 juta ton dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp5.500 per kilogram. Kriteria jagung yang dapat dibeli adalah yang telah siap panen dengan kadar air antara 18 hingga 20 persen.

    Untuk periode pengadaan tahun 2027 hingga 2029, mekanismenya akan ditentukan berdasarkan hasil rapat koordinasi bidang pangan yang diselenggarakan setiap tahunnya.

    Perum Bulog ditugaskan sebagai pelaksana utama dalam pengadaan jagung dalam negeri ini, yang bertujuan untuk memperkuat stok Cadangan Jagung Pemerintah (CJP).

    Amran, yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, menyambut baik terbitnya Inpres ini sebagai wujud nyata perlindungan terhadap petani jagung Indonesia. Ia optimis bahwa capaian swasembada jagung untuk pakan akan terus berkelanjutan.

    "Indonesia sudah swasembada jagung untuk pakan. Impor jagung pakan sudah nol persen. Ini berita baik bagi kita semua. Ini hasil kolaborasi dari kerja sama, sinergi, dan kolaborasi. Tentu sesuai arahan Bapak Presiden, capaian ini akan dilanjutkan seterusnya, " tutur Amran dengan penuh keyakinan. (PERS) 

    kebijakan pangan pertanian indonesia kesejahteraan petani stok jagung nasional swasembada pangan inpres terbaru
    Updates.

    Updates.

    Artikel Sebelumnya

    Maruarar Sirait: Presiden Prabowo Panggil...

    Artikel Berikutnya

    Kakorlantas Irjen. (Pol) Agus Suryonugroho:...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Jaringan Curanmor Lintas Wilayah Terbongkar, Pelaku Licin Diringkus
    Kejari Tanjung Perak Terapkan WFH Mulai 17 April, PTPS dan Tilang Tetap Buka
    Desakan Warga Soal Proyek Saluran Limbah PT Basic di Sei Mangkei: DPRD dan Pemerintah Setempat Tinjau dan Evaluasi
    Doa Bersama Satgas Yonif 712 dan Warga Wabui: Merajut Damai di Intan Jaya
    Sentuhan Hangat Satgas Yonif 200/BN: Cukur Ceria di Nduga

    Ikuti Kami