KOTA BANDUNG - Sebuah kehormatan besar sekaligus amanah yang patut dijalankan dengan penuh tanggung jawab dirasakan oleh Dr. H. Edwin Senjaya, S.E., M.M., Pimpinan DPRD Kota Bandung. Beliau secara resmi dipercaya untuk memegang tampuk kepemimpinan sebagai ketua Angkatan Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (PPNK) Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Angkatan Ke-221. Angkatan yang dinamis ini diberi nama "Maung Papandayan", sebuah identitas yang sarat makna.
Kang Haji Edwin, begitu ia akrab disapa, menyatakan rasa syukurnya atas kepercayaan yang diberikan. Ia menganggap amanah ini sebagai sebuah kehormatan yang harus dijaga sebaik-baiknya. Penunjukkan ini juga mencatat sejarah baru, menjadikan beliau sebagai anggota DPRD Kota Bandung pertama yang mendapatkan kepercayaan prestisius ini.
"Ini satu bentuk kehormatan sekaligus amanah yang harus saya jaga dengan sebaik-baiknya. Walaupun sebetulnya menurut pandangan saya, dalam pelaksanaan PPNK Lemhanas kemarin banyak juga peserta lain yang saya kira sangat layak menjadi ketua angkatan secara kapasitas maupun kompetensinya. Namun insyaaallah, amanah ini akan saya laksanakan dengan sebaik-baiknya, " ujarnya penuh kerendahan hati, Jumat (03/10/2025).
Sebagai nahkoda angkatan, Kang Haji Edwin menekankan pentingnya merajut kekompakan, memupuk soliditas, dan membangun sinergi lintas profesi di antara 221 anggota angkatan. Para peserta yang berasal dari beragam latar belakang, mulai dari birokrat, akademisi, profesional, pegiat organisasi masyarakat, pengusaha, hingga abdi negara dari TNI dan Polri, diharapkan dapat bersatu padu.
Namun, fokus utama menurut beliau adalah bagaimana mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan yang telah dipelajari, menyesuaikannya dengan ranah profesi masing-masing.
"Kami memiliki tugas untuk tetap menjaga kekompakan dan soliditas angkatan, serta bersinergi dan berkoordinasi untuk dapat menyebarluaskan nilai-nilai kebangsaan yang telah kami pelajari selama PPNK berlangsung, dan meningkatkan kualitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, ” ucapnya dengan mantap.
Selama mengikuti PPNK, para peserta dibekali dengan pemahaman mendalam mengenai ketahanan nasional, geopolitik, serta nilai-nilai esensial kebangsaan. Mereka juga diajak untuk mengidentifikasi potensi ancaman yang datang dari dalam maupun luar negeri.
Pembekalan ini berhasil menumbuhkan kesadaran dan pemahaman yang mendalam mengenai betapa pentingnya nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Lebih lanjut, Angkatan 221 "Maung Papandayan" telah membentuk kepengurusan dan merancang program kerja strategis. Tujuannya jelas: memperkuat fondasi implementasi nilai-nilai kebangsaan, khususnya di Kota Bandung.
Pemilihan nama "Maung Papandayan" sendiri memiliki makna filosofis yang kuat. "Maung" diambil dari simbol perjuangan rakyat Jawa Barat, Siliwangi, yang melambangkan semangat kepemimpinan. Sementara "Papandayan" merujuk pada salah satu gunung megah di Jawa Barat, menyiratkan kekuatan dan keteguhan.
|
Baca juga:
Indonesia Harusnya Jadi Poros Maritim Dunia
|
Dengan demikian, Kang Haji Edwin berharap "Maung Papandayan" dapat menjadi representasi jati diri yang kokoh bagi seluruh alumni PPNK Lemhannas angkatan 221.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Kesbangpol Kota Bandung untuk melaksanakan sejumlah agenda kegiatan yang intinya bertujuan menyebarluaskan dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat Kota Bandung dari berbagai lapisan masyarakat, ” tuturnya, menunjukkan langkah konkret yang telah diambil.
Menyikapi fenomena memudarnya nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme, terutama di kalangan generasi muda, Kang Haji Edwin melihatnya sebagai tantangan krusial yang harus diatasi bersama.
"Berdasarkan hasil kajian riset ilmiah, menunjukkan nilai-nilai kebangsaan, nasionalisme, dan patriotisme di tengah masyarakat saat ini semakin memudar. Banyak generasi muda yang belum bahkan tidak memahami nilai-nilai kebangsaan. Inilah yang harus kita perbaiki bersama melalui upaya sinergi dan kolaborasi dari seluruh lintas sektor organisasi perangkat daerah di Kota Bandung, ” tegasnya, menyerukan aksi kolektif.
Ia menambahkan bahwa patriotisme sejati melampaui sekadar simbol, melainkan terwujud dalam pengamalan nilai-nilai luhur bangsa dalam keseharian.
"Ada sebuah ungkapan kebangsaan yang terkenal yaitu, ‘True patriotism is not about waving the flag, but living the ideals it represent’. Maka tugas kita adalah membawa, menjalankan dan menyebarkan nilai-nilai kebangsaan sebagai amanat dari kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, ” pungkasnya, menutup dengan sebuah panggilan untuk bertindak nyata. (PERS)

Ibrahim