JAKARTA - Suasana khidmat menyelimuti Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, pada Rabu (1/4/2026). Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkesempatan memberikan arahan penting kepada para peserta Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) Lemhanas RI angkatan XXVII tahun 2026. Kehadiran beliau menjadi momen krusial untuk membentuk fondasi kepemimpinan masa depan bangsa.
Beliau menyampaikan harapan besar agar kegiatan studi yang intensif ini mampu melahirkan generasi pemimpin nasional yang tidak hanya cakap, namun juga memiliki pondasi moral dan etika yang kokoh. Lebih dari sekadar jabatan, yang terpenting adalah karakter negarawan sejati.
“Sungguh saya berharap, melalui forum terhormat ini, akan terlahir para pemimpin bangsa yang berjiwa besar, berintegritas, dan memiliki pemahaman kebangsaan yang mendalam. Mereka adalah garda terdepan dalam menjaga stabilitas dan ketahanan ekonomi nasional kita, terlebih di tengah gejolak situasi global yang tak menentu, ” ujar Pramono Anung.
Dalam pandangan saya, sebagai seorang yang juga peduli pada kemajuan bangsa, arahan ini menyentuh hati. Membayangkan para pemimpin masa depan yang berbekal moral dan etika kuat, rasanya memberikan secercah optimisme di tengah berbagai tantangan yang kita hadapi.
Fokus utama studi ini adalah membekali para peserta dengan pemahaman komprehensif mengenai berbagai aspek strategis yang krusial bagi kelangsungan bangsa. Tujuannya jelas: menciptakan aparatur negara yang adaptif dan mampu menghadapi dinamika zaman.
Lebih lanjut, Bapak Pramono Anung menekankan pentingnya kemampuan adaptasi dan pemahaman mendalam terhadap tantangan-tantangan kontemporer. Para calon pemimpin ini diharapkan dapat merumuskan kebijakan yang tepat sasaran demi menjaga kesejahteraan masyarakat dan kedaulatan negara.
Pengalaman menghadiri acara seperti ini, meskipun hanya melalui pemberitaan, selalu memberikan inspirasi. Kita semua berharap para peserta SSDN P3N Lemhanas RI angkatan XXVII ini dapat benar-benar mengemban amanah sebagai pemimpin yang amanah dan berdaya saing global. (PERS)

Ibrahim