Kepala BSSN: Kewaspadaan Siber Krusial Perkuat Ketahanan Nasional

    Kepala BSSN: Kewaspadaan Siber Krusial Perkuat Ketahanan Nasional
    Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Letjen TNI Drs. Nugroho Sulistyo Budi, M.M

    JAKARTA - Dalam sebuah forum penting yang mempertemukan para pemimpin bangsa, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Letjen TNI Drs. Nugroho Sulistyo Budi, M.M., membagikan pandangannya yang tajam mengenai urgensi kewaspadaan dan keamanan siber. Sesi yang berlangsung di Ruang NKRI pada Jumat (13/2/2026) ini menjadi saksi bisu bagaimana isu siber telah merambah ke ranah pertahanan negara yang paling fundamental.

    Beliau menggarisbawahi bahwa peran BSSN melampaui sekadar badan cyber security biasa. "BSSN memiliki peran fungsi dan tugas erat kaitannya dengan yang namanya keamanan dan kepentingan nasional, bahkan berkenaan dengan eksistensi kedaulatan bahwa BSSN bukan sekedar sebagai badan cyber security, " tegas Nugroho Sulistyo, membuka ceramahnya di hadapan peserta Pendidikan dan Penyiapan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan LXIX.

    Lebih lanjut, Nugroho Sulistyo memaparkan bahwa keamanan siber kini telah menjelma menjadi medan pertempuran baru dalam kancah geopolitik global. Ia merasakan betul bagaimana isu teknis ini bersinggungan langsung dengan dinamika politik kontemporer. "Keamanan siber bukan hanya berbicara terkait teknis, melainkan juga terkait dengan realita politik saat ini yang menunjukkan sekaligus membuktikan bahwa keamanan siber sudah menjadi arena pertarungan geopolitik, " ujarnya.

    Ancaman yang datang dari dunia maya pun semakin kompleks dan beragam, tidak lagi terbatas pada serangan digital semata. Kini, ancaman tersebut merambah ke bentuk-bentuk yang lebih kinetik, serangan siber yang cerdas, hingga gangguan melalui spektrum frekuensi dan rantai pasok. Kondisi ruang siber saat ini memang penuh tantangan, dengan maraknya serangan dari berbagai entitas, baik negara maupun non-negara.

    Berdasarkan data studi dari operation centre BSSN, tercatat sekitar 700 juta traffic mencurigakan di internet nasional sepanjang tahun 2000, sebuah angka yang menunjukkan betapa rentannya ruang digital kita.

    Melihat realitas ini, Nugroho Sulistyo menekankan bahwa menjaga benteng pertahanan siber bukanlah tugas satu pihak semata. Ini adalah pekerjaan kolaboratif yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. BSSN, meskipun memiliki peran vital dalam memonitor kerentanan dan memberikan peringatan, tidak dapat bekerja sendirian. "Di sinilah penting yang namanya awareness, kepedulian dan kewaspadaan. Tanpa kepedulian dan kewaspadaan keamanan siber itu hanya menjadi suatu keniscayaan, " ungkapnya dengan nada serius.

    Menghadapi gelombang ancaman yang kian masif, BSSN telah membentuk tim tanggap khusus. Tim ini bertugas mengidentifikasi potensi kerentanan pada setiap sistem elektronik, menganalisis celah dari berbagai aspek, mulai dari teknologi hingga tata kelola. Setelah identifikasi dilakukan, langkah selanjutnya adalah menerapkan upaya perlindungan yang optimal.

    Di akhir ceramahnya, Nugroho Sulistyo menyampaikan harapan besar agar para peserta P4N dapat menanamkan kesadaran akan pentingnya kewaspadaan keamanan siber. Ini bukan hanya tentang teknologi, melainkan tentang membangun pertahanan nasional yang kokoh melalui kolaborasi dari seluruh elemen bangsa, sebuah upaya bersama yang membutuhkan kepedulian dari setiap individu dan entitas. (PERS)

    keamanan siber bssn ketahanan nasional geopolitik ancaman siber kolaborasi
    Ibrahim

    Ibrahim

    Artikel Sebelumnya

    Lima Satker TNI Raih WBK, Perkuat Transparansi...

    Artikel Berikutnya

    Kakorlantas Irjen. (Pol) Agus Suryonugroho:...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Jaringan Curanmor Lintas Wilayah Terbongkar, Pelaku Licin Diringkus
    Kejari Tanjung Perak Terapkan WFH Mulai 17 April, PTPS dan Tilang Tetap Buka
    Desakan Warga Soal Proyek Saluran Limbah PT Basic di Sei Mangkei: DPRD dan Pemerintah Setempat Tinjau dan Evaluasi
    Doa Bersama Satgas Yonif 712 dan Warga Wabui: Merajut Damai di Intan Jaya
    Sentuhan Hangat Satgas Yonif 200/BN: Cukur Ceria di Nduga

    Ikuti Kami