POLITISI - Lahir pada 23 Juli 1984, Charles Honoris telah menorehkan jejaknya sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Mewakili Daerah Pemilihan DKI III yang mencakup Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Kepulauan Seribu, beliau kini menduduki posisi strategis sebagai wakil ketua Komisi IX, sebuah badan legislatif yang berfokus pada isu-isu vital kesehatan dan ketenagakerjaan.
Perjalanan politik Charles Honoris dimulai dengan keyakinan dan semangat kepemudaan. Ia terpilih menjadi anggota parlemen pada Pemilihan Umum 2014, meraih 96.842 suara. Empat tahun kemudian, pada Pemilu 2019, kepercayaan publik kembali mengalir deras, terbukti dengan perolehan 102.408 suara yang kembali menempatkannya di kursi DPR RI.
Darah politik mengalir kental dalam dirinya. Charles adalah putra kelima dari Luntungan Honoris, seorang pengusaha nasional terkemuka yang memiliki rekam jejak kontribusi signifikan. Kabarnya, Luntungan Honoris bersama tokoh bisnis lainnya pernah mendonasikan 80 juta dolar AS untuk program kesehatan nasional di Indonesia. Pengalaman ini tentu memberikan perspektif dan fondasi yang kuat bagi Charles dalam memahami pentingnya kesejahteraan masyarakat.
Pendidikan Charles Honoris membawanya hingga ke negeri sakura, menempuh studi ilmu politik di International Christian University, Tokyo, Jepang. Pengalaman internasional ini tidak hanya memperluas wawasannya, tetapi juga menumbuhkan semangat kolaborasi melalui keterlibatannya dalam berbagai organisasi kemahasiswaan multinasional. Sejak masa kuliah, Charles telah aktif menyuarakan pemikirannya melalui tulisan-tulisan mengenai politik, Hak Asasi Manusia (HAM), dan hubungan internasional di berbagai media nasional, menunjukkan kedalaman pemikirannya sejak dini.
Pada periode 2014-2019, Charles Honoris menorehkan prestasi gemilang dengan meraih suara terbanyak di Dapil DKI III, mengungguli sejumlah nama besar. Tugasnya saat itu di Komisi I DPR RI, yang menangani bidang pertahanan, luar negeri, intelijen, dan komunikasi informatika, menjadi bekal berharga sebelum akhirnya ia memimpin Komisi IX.
Kini, dengan pengalaman yang semakin matang, Charles Honoris terus berupaya memberikan kontribusi terbaiknya bagi bangsa dan negara, khususnya dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan tenaga kerja Indonesia. (PERS)

Updates.