JAKARTA - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI, TB Ace Hasan Syadzily, menyerukan para ulama Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk berperan aktif dalam memperkuat sendi-sendi ketahanan nasional bangsa Indonesia. Ajakan ini disampaikan dalam sesi krusial Musyawarah Nasional (Munas) XI MUI yang diselenggarakan di Mercure Convention Center Ancol, Jakarta Utara, pada Kamis (20/11/2025).
Ace, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni UIN (Ikaluin) Syarif Hidayatullah Jakarta, menekankan urgensi para ulama untuk menanamkan dan mendorong semangat ideologis kebangsaan di tengah-tengah masyarakat. Menurutnya, bekal ideologis yang kuat adalah kunci bagi bangsa untuk mampu bertahan dan menghadapi berbagai tantangan serta potensi gangguan yang mungkin timbul.
Ia mencontohkan runtuhnya Uni Soviet sebagai gambaran nyata bagaimana sebuah negara besar bisa goyah ketika fondasi ideologinya terkikis. Berangkat dari pengalaman historis tersebut, Ace menegaskan bahwa bangsa yang tangguh bukanlah bangsa yang tidak pernah mengalami guncangan, melainkan bangsa yang memiliki kemampuan luar biasa untuk beradaptasi dan bertransformasi di setiap ujian yang menghadang.
"Bangsa yang tangguh yang mampu beradabtasi dan bertransformasi disetiap goncangan yang terjadi. Kita mengalami goncangan itu. Kemampuan adabtasi dituntut bersama, " ujar Ace dalam pidatonya.
Lebih lanjut, Gubernur Lemhanas ini mengaitkan ajakannya dengan visi kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam Asta Cita. Poin pertama dari delapan poin Asta Cita tersebut secara tegas menggarisbawahi pentingnya penguatan ideologi Pancasila sebagai pilar utama bangsa. (PERS)

Ibrahim