Dr. Hendri: Sadis, Dana Bantuan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) pun Dikorupsi

    Dr. Hendri: Sadis, Dana Bantuan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) pun Dikorupsi
    Dr. Ir. Hendri, ST., MT

    OPINI - Di sebuah ruang kelas yang sempit dan remang-remang, sekelompok orang dewasa tampak tekun menatap lembaran buku yang sudah menguning. Ada seorang pemuda yang harus putus sekolah demi membantu orang tua di sawah, hingga seorang ibu rumah tangga yang ingin bisa membaca demi membantu anaknya mengerjakan tugas sekolah. Mereka adalah para pejuang ijazah Paket yang menggantungkan harapan pada Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Namun, di balik semangat yang menyala itu, tersimpan sebuah kenyataan pahit: hak-hak belajar mereka telah dipangkas secara sadis oleh keserakahan.
     
    Dana bantuan operasional yang seharusnya mengalir untuk membeli buku-buku baru, menyediakan komputer, atau sekadar memberi honor layak bagi para tutor yang mengabdi, justru tertahan di tangan-tangan yang tak bertanggung jawab. Ruang kelas yang pengap dengan atap bocor dan kursi-kursi kayu yang mulai rapuh menjadi saksi bisu bagaimana anggaran pendidikan masyarakat bawah habis dilahap untuk kepentingan pribadi.
     
    Modus yang dilakukan pun terasa sangat dingin dan terencana. Nama-nama warga dicatut dalam daftar hadir fiktif, menciptakan "siswa bayangan" demi mencairkan bantuan dari pemerintah pusat. Di atas kertas, kelas-kelas itu tampak penuh sesak dengan aktivitas belajar yang produktif, namun pada kenyataannya, bangku-bangku itu kosong. Uang yang seharusnya digunakan untuk mencerdaskan bangsa, justru menguap dalam bentuk gaya hidup mewah para pengelolanya yang tega memakan hak kaum marjinal.
     
    Kejamnya korupsi di sektor ini bukan hanya soal kerugian finansial negara, melainkan soal pemutusan rantai harapan. Setiap rupiah yang diselewengkan adalah kesempatan yang hilang bagi seorang anak putus sekolah untuk mendapatkan keahlian kerja. Itu adalah pengkhianatan terhadap cita-cita mereka yang ingin memperbaiki nasib melalui jalur pendidikan non-formal.
     
    Saat para koruptor menikmati hasil jarahannya, di sudut-sudut desa dan pinggiran kota, pendidikan PKBM berjalan tertatih-tatih. Para tutor terpaksa mengajar tanpa alat peraga yang memadai, dan para warga belajar harus puas dengan fasilitas seadanya. Korupsi dana PKBM adalah potret nyata sebuah tindakan sadis yang merampas satu-satunya senjata rakyat miskin untuk melawan kebodohan: kesempatan untuk belajar kembali.

    JAKARTA, 15 Januari 2026
    Dr. Ir. Hendri, ST., MT
    Ketua Umum Jurnalis Nasional Indonesia

    dr. hendri pkbm korupsi
    Updates.

    Updates.

    Artikel Sebelumnya

    Dr. Hendri: Hutang Negara Menumpuk Bukan...

    Artikel Berikutnya

    Dr. Hendri: Gila, Kuota Perjalanan Ibadah...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Tiga Orang Diciduk Saat Pakai Sabu di Kapal, Polres Mentawai Ungkap Kasus Narkotika
    PPATK Ungkap Rp992 T Dana Ilegal dari Tambang Emas Tanpa Izin
    KSP M. Qodari Duduk di Perahu Nelayan, Sri Padmoko Jelaskan Kondisi di Laut Sukabumi
    Pertemuan Hangat di Dermaga Palabuhanratu, KSP M. Qodari Didampingi Kadis Perikanan Sukabumi Sri Padmoko Temui Nelayan Sukabumi
    Pertemuan Menlu ASEAN di Cebu Bahas Keutuhan dan Kekuatan Bersama di Asia Tenggara

    Ikuti Kami